Simak Beberapa Cara Penebaran Benih Ikan Nila Berikut Ini

penebaran benih ikan nila

[Kadena Farm] Penebaran benih ikan nila merupakan tahap yang penting dalam budidaya ikan nila. Tekniknya pun harus dapat dilakukan dengan benar namun tetap dengan cara alami.

Cara penebaran benih hendaknya dilakukan pada kolam yang sebelumnya telah mengandung pakan alami. Kolam yang sudah mengandung pakan alami biasanya airnya berwarna kehijauan.

baca: Persiapan Kolam Tanah untuk Pembibitan Nila

Beberapa Sistem Budidaya dalam Penebaran Benih Ikan Nila

Budidaya ikan nila yang dilakukan secara ekstensif, semi intensif dan cara super intensif.

Cara ekstensif adalah teknik budidaya ikan nila dengan mengandalkan pakan alami sebagai sumber pakannya. Kepadatan benih yang akan ditebarkan dengan cara ini adalah 1 – 2 ekor per meter persegi. Pemeliharaan dengan cara ini dapat memakan waktu hingga 6 bulan. Namun cara ini dapat memudahkan untuk tidak perlu sering-sering mengganti air kolam Anda.

Berbeda dengan cara ekstensif, budidaya ikan nila dengan cara semi intensif membutuhkan padat tebar benih ikan untuk kolam 3 – 4 ekor per meter persegi. Sehubungan dengan padat tebarnya yang relatif tinggi maka cara ini juga berimbas pada penyiapan pakan yang lebih banyak.

Selain itu maka pengelolaan air kolam juga harus diperhatikan jika menggunakan cara semi intensif. Salah satunya adalah dengan penggunaan kolam air deras. Cara ini dapat membantu pertumbuhan ikan nila agar lebih maksimal. Benih nila merah atau nila best merupakan bibit yang bisa Anda gunakan untuk budidaya dengan cara semi intensif. Panen yang bisa Anda hasilkan bisa mencapai dari 1 hingga 3 ton per hektar dengan ukuran panen 150 – 200 gram/ ekor.

Sistem super intensif merupakan cara lain budidaya nila yang dalam hal ini penebaran benihnya dapat menggunakan benih ikan nila merah larasati. Kepadatan tebar benih nila dengan cara super intensif bisa mencapai hingga 200 – 300 ekor per meter persegi.

Pakan yang dibutuhkan untuk cara super intensif cukup dengan pelet standar berkadar protein 26 – 30%. Melalui cara ini Anda sudah dapat memanen nila Anda setelah masa pemeliharaan 3,5 bulan.


by: IndonesiaHosting