Mengenal Hama Ikan Nila

hama pada ikan nila

[Kadena Farm] Tidak dipungkiri, bahwa ikan nila memang tergolong ikan yang memiliki daya tahan tubuh lebih baik terhadap penyakit. Mengenal hama pada ikan nila dapat menjadi awalan yang baik untuk pencegahan ikan nila dari penyakit atau bahkan kematian.

Ikan nila rentan terhadap penyakit terutama pada saat pembenihan, penetasan maupun saaf pendederan. Umumnya hama tersebut masuk lewat aliran air, udara atau bisa juga karena kondisi lingkungan sekitar kolam yang buruk.

Seperti halnya ikan tawar lainnya, Ikan nila dapat terserang hama bahkan hingga menyebabkan kematian nila. Berikut ini dipaparkan hama ikan nila yang kerap dijumpai dan mempunyai efek mematikan.

baca juga >>> Mengatasi Ikan Yang Baru Dipindahkan

Hama pada Ikan Nila

Notonecta

Hama ini lazim disebut oleh masyarakat di Jawa Barat dengan sebutan “bebeasan” (menyerupai beras). Pasalnya saat nila terkena hama ini, akan tampak bintik putih seperti beras. Biasanya menyerang benih ikan yang masih kecil dan merupakan hama yang tergolong sulit dicegah.

hama pada ikan nila

Apabila jumlahnya memang sudah terlalu banyak, hama ini bisa dibasmi dengan menyiramkan minyak tanah pada kolam. Kolam dengan luas 1.000 meter persegi cukup dengan menggunakan minyak tanah 5 liter. Cara ini diketahui cukup efektif menekan populasi notonecta.

 

Larva cybister

Larva cybister dikenal pula dengan nama “ucrit”. Sifatnya bahkan lebih mematikan dibanding dengan hama notonecta. Hama ini memiliki warna kehijauan dan dapat bergerak cepat. Bagian depan dari hama ini terdapat taring untuk menjepit mangsanya, sedangkan sengata terdapat di bagian belakangnya. Ucrit lazimnya juga menyerang benih ikan.

hama pada ikan nila

Hama “ucrit” gemar dengan lingkungan kolam yang kaya dengan kandungan material organik. Langkah pencegahan yang bisa diambil antara lain dengan membersihkan kolam secara rutin dari gulma dan sampah organik. Hama ucrit jika sudah dewasa akan bermetamorfosis menjadi kumbang, selanjutnya ucrit juga bisa meloncat dari kolam satu ke kolam lainnya.

Perlu dicatat, bahwa bahan kimia yang mematikan bagi ucrit, dapat pula mematikan benih ikan nila yang ada. Oleh karena itu, pemberantasan hama ucrit hanya dianjurkan untuk diberantas secara mekanis dan mengefektifkan pencegahan.


by: IndonesiaHosting